Talent
my pict
Kamis, 09 April 2015
Pemecahan Masalah Heuristik III
TUGAS
PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA
Disusun
untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pemecahan Masalah Matematika
yang
dibimbing oleh Bapak Wahid Ibnu Zaman, M.Pd
![]() |
OLEH
KELOMPOK
VI
1. Titis Ria Ranita Sari 12.1.01.10.0020
2. Arizki Putri Anggraheni 12.1.01.10.0027
3. Riya Risdyana 12.1.01.10.0049
4. Amalia Rahmat N. 12.1.01.10.0142
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
NUSANTARA PGRI KEDIRI
Tahun
Ajaran 2014/2015
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami sampaikan kehadirat Allah SWT atas segala Rahmat dan KaruniaNya,
sehingga makalah PEMECAHAN MASALAH HEURISTIK III dapat terselesaikan tepat waktu.
Kami
menyampaikan terima kasih kepada:
1.
Bapak
Wahid Ibnu Zaman, M.Pd selaku dosen pembimbing yang telah membimbing dan
membantu dalam penyusunan makalah ini.
2.
Teman –
teman yang membantu menyelesaikan makalah ini
Semoga
makalah ini bermanfaat dan dapat memberikan wawasan kepada pembaca. Penulis
menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab
itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran.
Kediri, 8 April 2015
Penyusun
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR .................................................................................................. 1
DAFTAR
ISI ................................................................................................................. 2
BAB I. PENDAHULUAN
1. Latar
belakang .................................................................................................... 3
2. Rumusan
Masalah .............................................................................................. 3
3. Tujuan
Penulisan ................................................................................................ 4
BAB
II. PEMBAHASAN
A. Pemecahan masalah dengan menggunakan teknik
langsung (Act
It Out)........... 5
B. Tugas
– tugas dalam pemecahan masalah
.......................................................... 7
C. Kesulitan
– kesulitan dalam pemecahan masalah .............................................. 11
BAB
III. KESIMPULAN
1.
Saran
.................................................................................................................. 13
2.
Kesimpulan
........................................................................................................ 13
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................... 14
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Unit 6 dari bahan ajar cetak ini merupakan implementasi
dari konsep-konsep yang telah dikaji dari unit-unit terdahulu. Dalam unit ini akan dibahas
mengenai beberapa strategi dalam pembelajaran pemecahan masalah matematika. Seperti
pada unit sebelumnya kita telah mempelajari
hakikat dan proses pemecahan
masalah matematika yang meliputi memahami masalah, menyusun rencana
penyelesaian masalah, melaksanakan penyelesaian masalah, dan meninjau kembali
jawaban pemecahan masalah.
Setelah mempelajari strategi pemecahan masalah Heuristik
III ini diharapkan mahasiswa mampu
1.
menggunakan teknik langsung mengerjakan,
2.
teknik bekerja mundur ,
3.
konsep sebelum dan sesudah.
Unit ini dilengkapi dengan latihan-latihan, agar anda
dapat semakin memahami konsep yang dipaparkan. Pelajari unit ini dengan tuntas,
kemudian untuk mengetahui tingkat
penguasaaan anda terhadap materi ini, kerjakan tes formatifnya. Untuk
membandingkan hasil penguasaan anda terhadap materi ini, dapat anda bandingkan
dengan kunci jawaban tes formatif yang berada di bagian akhir unit. Dari hasil
perbandingan tersebut, anda bisa mengetahui kemampuan anda sudah memenuhi
standart yang dipersyaratkan atau belum. Jika penguasaan anda belum memenuhi
standar yang dipersyaratkan, coba pelajari ulang, terutama pada konsep-konsep
yang belum anda pahami dengan benar. Jika anda mengalami kesulitan, jangan segan-segan bertanya pada dosen atau
rekan anda yang lebih mampu. Manfaatkan sumber belajar lain yang mendukung,
misalnya bahan ajar berbasis web yang telah disediakan.
B. Rumusan Masalah
1.
Bagaimana
cara pemecahan
masalah dengan cara menggunakan teknik langsung (Act It Out)?
2.
Bagaimana
cara pemecahan masalah dengan cara
menggunakan teknik bekerja mundur (Backward
Work)?
3.
Bagaimana
cara pemecahan
masalah dengan cara menggunakan teknik konsep sebelum dan sesudah ( before –after concept)?
C. Tujuan Pembahasan
1.
Untuk mengetahui cara pemecahan masalah dengan cara
menggunakan teknik langsung (Act It Out)
2.
Untuk mengetahui cara pemecahan
masalah dengan cara menggunakan teknik bekerja mundur (Backward Work
3.
Untuk mengetahui cara pemecahan masalah dengan cara
menggunakan teknik konsep sebelum dan sesudah (
before –after concept)
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pemecahan
Masalah Dengan Cara Menggunakan Teknik Langsung (Act It Out)
Strategi pemecahan masalah dengan menggunakan teknik
langsung mengerjakan dapat dilakukan dengan melakukan aktifitas fisik misalnya
dengan memindahkan benda-benda, menggunakan model, atau gambar. Penguasaan
prinsip-prinsip dasar dalam pemecahan masalah harus benar-benar ditaati untuk
menyelesaikan masalah yang berkaitan
tersebut.
Strategi pemecahan masalah ini digunakan untuk
menyederhanakan masalah dan memperjelas hubungan antar komponen masalah yang
ada. Strategi ini diupayakan untuk
menyelesaikan masalah dengan menggunakan teknik langsung mengerjakan. Untuk
menyelesaikan permasalahan ini perhatikan hal-hal yang diketahui, tentukan
kaitan dari hal-hal yang diketahui tersebut untuk langsung dikerjakan melakukan
aktifitas fisik, menggunakan model, atau gambar. Perhatikan contoh berikut:
Contoh 1:
Baliklah gambar berikut sehingga bagian
yang di atas menjadi di bawah dengan hanya memindahkan 3 lingkaran saja.
![]() |
Penyelesaian:
Langkah 1: Perhatikan susunan lingkaran-lingkaran
awal.Untuk memudahkan melihat beri nomor misalnya sebagai berikut. Lingkaran 1 berada di atas, lingkaran 2 dan 3 berada di
ujung-ujung bawah.
Langkah
2: Menyusun rencana menyelesaikan
masalah. Untuk menentukan hanya 3 bola yang dipindah beri warna merah pada 2
bola di bawah bola 1. stategi yang
digunakan adalah memindahkan 3 lingkaran secara berurutan secara langsung atau
dengan gambar.
Langkah
3: Melaksanakan pemecahan masalah. Pindahkan lingkaran 1 ke ujung bawah, lingkaran 2 dan 3
secara berurutan diletakkan di samping bola merah.
Langkah 4:
Meninjau jawaban . Ternyata benar gambar akhir diperoleh bagian yang di
atas menjadi di bawah dengan hanya memindahkan 3 lingkaran saja.
Contoh 2:
Diagram di bawah ini menunjukkan 5 persegi yang dibentuk
dari 16 batang korek api, pindahkan 3 batang korek api sehingga membentuk 4
persegi.
Penyelesaian:
Langkah 1: Memahami permasalahan yaitu ada diagram
menunjukkan 5 persegi yang dibentuk dari 16 batang korek api. Kita
diminta memindahkan 3 batang korek api sehingga membentuk 4 persegi.
Langkah 2: Menyusun strategi pemecahan masalah dengan
mengerjakan secara langsung.
Langkah 3: Melaksanakan penyelesaian masalah membentuk
persegi 3 pada gambar b, dengan
memindahkan 2 korek api pada persegi 1 dan 1 korek api pada persegi 3 dari
gambar a, sehingga diperoleh gambar b.
Langkah 4:
Setelah dilakukan pengecekkan ternyata 4 persegi pada gambar b diperoleh dengan
cara memindahkan 3 korek api pada gambar
a.
Gambar
a gambar
b
ÿ
Rangkuman
Rangkuman
B. Menggunakan
Teknik Bekerja Mundur (Backward Work)
Strategi pemecahan masalah dengan cara menggunakan teknik
bekerja mundur dengan pemecahan masalahnya disertai contoh. Strategi pemecahan
masalah dengan menggunakan teknik bekerja mundur merupakan salah satu dari
strategi pemecahan masalah matematika yang cara menyelesaikan dari belakang ke
depan artinya dari hal-hal yang diketahui di akhir soal menuju awal soal.
Soal-soal yang diberikan melibatkan suatu rangkaian operasi di mana hasil akhir
dari operasi tersebut sudah diketahui dan yang ditanyakan adalah kondisi awal
dari soal tersebut. Perhatikan contoh-contoh
berikut:
Contoh 1.
Ada beberapa orang menaiki bis,
penumpang turun pada
pemberhentian pertama, dan 7 orang naik.
Pada pemberhentian kedua
orang turun dan 5 orang naik.
Jika sekarang ada 25 penumpang, ada berapa penumpang yang menaiki bis pertama
kali.
Penyelesaian:
Langkah 1 :
Memahami masalah. Beberapa orang yang naik bis.
Pada pemberhentian I penumpang turun
nya dan naik 7
orang.
Pada pemberhentian II penumpang turun
nya dan naik 5
orang.
Sekarang penumpangnya sebanyak 25 orang.
Ditanyakan banyaknya penumpang mula-mula.
Langkah 2 :
Strategi yang digunakan adalah bekerja mundur, karena
diketahui jumlah penumpang terakhir dan yang ditanyakan banyaknya penumpang
mula-mula.
Langkah 3 :
Menyelesaikan masalah.
Penumpang terakhir 25 orang, berarti pada pemberhentian
kedua sebelum penumpang naik 5 orang, penumpangnya 20 orang.
Sebelum
turun di
pemberhentian kedua banyaknya penumpang dapat dicari sebagai berikut:
|
![]() |
|
Pada pemberhentian pertama sebelum naik 7 orang banyaknya
penumpang
25 - 7 =18
3 unit
27
Banyaknya penumpang pertama ada 27 penumpang.
Langkah 4 :
Peninjauan jawaban.
Penumpang pertama 27 orang turun
menjadi 18,
kemudian naik 7 orang menjadi 25. Pada pemberhentian kedua turun
nya menjadi 20 karena ada yang naik 5 orang menjadi 25
sebagai penumpang terakhir. Sehingga benar bahwa penumpang pertama 27 orang.
Contoh
2.
Sebuah bola basket dijatuhkan dari atas bangunan yang
tinggi. Setiap jatuh ke lantai memantul setinggi
dari ketinggian sebelumnya. Jika pada pantulan keempat
tingginya 1,6 m. Berapakah ketinggian bangunan tersebut.
Penyelesaian:
Langkah 1 :
Memahami masalah.
Bola dijatuhkan
dari atas bangunan, setiap pantulan setinggi
dari ketinggian sebelumnya. Pada pantulan
keempat tingginya 1,6 m. Ditanyakan
ketinggian bangunan.
Langkah 2 :
Strategi yang digunakan adalah bekerja mundur, karena
yang diketahui pantulan keempat dan ditanyakan tinggi bangunan di mana bola
basket dijatuhkan pertama kali.
Langkah 3 :
Menyelesaikan masalah.
Ketinggian pantulan ketiga = 1,6 x 4 = 6,4
Ketinggian pada pantulan kedua = 6,4 x 4 = 25,6.
Ketinggian pada pantulan pertama = 25,6 x 4 = 102,4
Ketinggian gedung = 102,4 x 4 = 409,6
Jadi bola tersebut dijatuhkan dari ketinggian 409,6 m.
Langkah 4 :
Memeriksa
jawaban dari kondisi awal ke kondisi akhir.
Dari ketinggian 409,6m bola
dijatuhkan. Ketinggian pantulan pertama
dari 409,6m sama dengan 102,4m. Ketinggian pantulan
kedua
dari 102,4m sama dengan 25,6m. Ketinggian pada
pantulan ketiga
dari 25,6m sama dengan 6,4m. Ketinggian pada pantulan
ke empat
dari 6,4m sama dengan 1,6m. Ternyata sesuai.
ÿ
Rangkuman
Rangkuman
C. Menggunakan
Teknik Konsep sebelum dan sesudah (
before – after concept)
Strategi
pemecahan masalah dengan menggunakan teknik konsep sebelum dan sesudah
merupakan salah satu dari strategi
pemecahan masalah matematika yang penyelesaiannya memperhatikan hal-hal
sebelum kejadian dan setelah kejadian. Kadang-kadang
dalam beberapa masalah bisa menggunakan
lebih dari satu cara. Perhatikan contoh 1 berikut ini menggunakan gambar dan
konsep sebelum dan sesudah :
Contoh 1
Edi
mempunyai pita yang panjangnya 6 kali pita Bayu. Setelah Edi memberikan 75 cm
pitanya kepada Bayu, ia mempunyai pita yang panjangnya tiga kali panjang pita Bayu.
Berapakah panjang pita keduanya sekarang?
Penyelesaian:
Langkah 1 :
Memahami
masalah.
Sebelum : Pita Edi 6
kali pita Bayu.
Sesudah : Edi memberikan 75 cm kepada Bayu, pita
Edi menjadi 3 kali pita Bayu.
Ditanyakan panjang
pita Edy dan Bayu sekarang
Langkah2 :
Penyelesaiannya menggunakan
strategi konsep sebelum dan sesudah.
Langkah 3 :
Menyelesaikan masalah.
Sebelum
Edi
:
Bayu:
Sesudah:
Edi:
Bayu:
Perhatikan gambar di atas diperoleh.
3 unit è 75 x 4 = 300
1 unit è 300 : 3 = 100
7 unit è 100 x 7 = 700
Jadi panjang pita keduanya 700 cm.
Langkah 4 :
Untuk memeriksa
hasil kita dapat menggunakan gambar.
Jika pajang pita
keduanya diperoleh 700 cm, berarti sebelumnya pita Edi 600 cm dan pita Bayu 100
cm. Setelah diberikan kepada Bayu 75 cm, pita Edi menjadi 525 cm, pita Bayu
menjadi 175 cm, ternyata benar pita Edi panjangnya 3 kali pita Bayu.
ÿ Rangkuman
![]() |
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pada dasarnya, pembelajaran yang didukung oleh media
yang menarik akan membuat siswa mudah untuk memahami materi pelajaran. Selain
itu juga bisa menarik perhatian siswa untuk memperhatikan penjelasan gurunya di
depan kelas. Guru harus pandai dalam pengendalian di dalam kelas, selain itu
juga harus mengerti kondisi fisik maupun psikis siswa, jadi guru harus mengerti
karakter masing – masing siswa. Siswa yang sulit untuk berinteraksi dengan
orang banyak juga akan kesulitan jika diminta untuk berbicara di depan kelas,
jadi disinilah peran guru sangat diperlukan.
B.
Saran
Untuk materi permasalahan matematika, kita harus
mengetahui apa saja masalah – masalah yang muncul saat proses pembelajaran.
Jadi kalau kita tahu masalahnya kita bisa mencari solusinya.
DAFTAR PUSTAKA
Lenchner
George, (2008) Creative Problem Solving
in School Mathematcs” 2ndEdition.
:New York.
Leng Wee, Problem Solving Heruistics for Primary School Mathematics A
Comprehensive Guide,(2008). Prentice Hall is an imprint of Pearson Education :South Asia.
Siswanto Hery,
dkk.(2006). Napak Tilas Olimpiade Sains Nasional Matematika SMP; Penerbit
Universitas Negeri Malang: Malang
Tim Supermath,
(2007) ”Strategi Pemecahan Masalah
Matematika SD” :Jakarta
Langganan:
Postingan (Atom)




